Archive for May 15, 2009
MUXLIM: Jejaring Pertemanan Genre Muslim
Sejak muncul Friendster hingga demam Facebook, situs jejaring sosial makin menjamur. Kini muncul sebuah situs genre ini yang khusus ditujukan untuk Muslim, yakni Muxlim.
Muxlim pertama kali dikembangkan oleh Mohammad El Fatrary dari Uni Emirat Arab pada 2006 silam. Situs itu menyediakan berbagai sarana komunikasi dan mengekspresikan diri seperti yang disediakan oleh situs pertemanan umum yang lebih populer.
Mulai dari chatting, content sharing, jajak pendapat, berita-berita dari negara Islam, serta menampilkan profil lengkap dengan avatar. El Fatatry yang sempat bersekolah di Finlandia pada 2004, tertarik membuat situs itu karena ia tidak puas dengan situs-situs semacam itu yang ada saat ini.
“Meski berisi muatan religius atau politik, tidak satu pun yang sesuai dengan selera saya untuk berbagi banyak hal soal mode, musik, atau film dengan pengguna lainnya,” ujarnya kepada International Herald Tribune, Senin (23/3).
Situs itu memang tidak menerapkan kebijakan muatan. Namun pengawasnya memantau penggunaan bahasa atau pemuatan gambar yang tidak pantas. Beberapa pengguna mengaku situs itu lebih mudah digunakan.
Ahmadzai, seorang remaja Afghanistan Read the rest of this entry »
Ternyata Facebook Sangat Rentan
Berhati-hatilah menggunakan Facebook. Situs jaringan sosial ini mengalami lima masalah keamanan serius pekan ini. Pakar keamanan khawatir, kriminal akan menggunakan aplikasi tertentu untuk memanen data-data pribadi milik korban.
Facebook mengijinkan orang membuat aplikasi game dan software yang bisa dijalankan di website itu. Tapi aplikasi tidak membutuhkan persetujuan dari Facebook sehingga bisa dieksploitasi oleh hacker.
Salah satu contohnya adalah Error Check System yang mengingatkan user seolah-olah teman tidak dapat melihat profil dan saat diklik menampilkan pesan error. Padahal pada kenyataannya Read the rest of this entry »
Universitas di AS Pecat Profesornya Karena Kecam Zionis
--
Universitas DePaul di Chicago, AS memecat salah seorang profesornya, gara-gara mengatakan bahwa rejim Zionis memanfaatkan tragedi Holocaust untuk menutupi kejahatan-kejahatan yang dilakukannya saat ini.
Norman Finkelstein, nama profesor itu, pakar di bidang teori politik. Dalam buku terbarunya, ia menulis bahwa pemerintah Israel sedang mempermainkan sentimen masyarakat dunia agar membenarkan kekejaman yang dilakukannya terhadap rakyat Palestina. Profesor Finkelstein juga menyatakan bahwa media sudah ikut berperan dalam menyembunyikan kebenaran itu.
Tidak suka dengan tulisan Finkelstein, Universitas tempatnya bekerja membubarkan kelas yang dipimpin oleh Finkelstein dan pihak universitas menginstruksikan agar semua buku-buku karya Finkelstain ditarik dari perpusatakaan kampus.
Merespon sikap universitas, Profesor Finkelstein menyatakan akan tetap datang dan mengajar di kelasnya. Jika ditangkap, ia akan melakukan aksi mogok makan sampai ia dibebaskan. Finkelstein menegaskan akan melakukan hal itu sampai pihak universitas menghormati hak-haknya.
Takluk Pada Yahudi, Facebook Hapus ‘Mitos Holocaust’
JAKARTA (Arrahmah.com) – Mendapat tekanan hebat, Facebook akhirnya menghapus grup yang tidak percaya pada holocaust. Kelompok di situs jejaring sosial itu percaya, pembunuhan massal pada Yahudi atau holocaust hanya mitos dan tidak benar.
Facebook akhirnya menghapus dua kelompok yang tidak percaya adanya holocaust. Padahal pekan lalu jubir Facebook, Barry Schnitt mengisyaratkan Facebook hanya akan membatasi akses ke kelompok yang tidak percaya holocaust di negara yang menganggap hal itu bertentangan dengan hukum, semisal di Israel dan Jerman.
Facebook beralasan, penghapusan itu karena menyebarkan kebencian. “Anggota dari dua kelompok yang bernama The Holocaust is a Holohoax dan Based on Facts … There Was No Holocaust menggunakan forum untuk mempromosikan kebencian,” kata Schnitt.
Namun beberapa kelompok yang tidak percaya Holocaust Read the rest of this entry »
Webmaster Tutorials
